• Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman media saber
  • Partner
Jendela Informasi Jambi
Senin, Agustus 24, 2026
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional
No Result
View All Result
Jendela Informasi Jambi
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita

Sapi Program BRG Peruntukan Desa Teluk Kulbi diduga Bermasalah

Juli 17, 2020
in Berita, Hukum, Tanjab Barat
0
Sapi Program BRG Peruntukan Desa Teluk Kulbi diduga Bermasalah
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jarijambi.com, TANJAB BARAT—Bantuan 12 ekor sapi dari program Badan Restorasi Gambut (BRG) di Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Tahun 2018 lalu diduga bermasalah.

Pasalnya, sejak realisasi 2018 lalu, 12 ekor sapi tersebut hingga kini tidak jelas dimana keberadaanya. Beberapa sumber juga menyebutkan jika diantara sapi tersebut juga banyak yang mati.

Bedasarkan data yang dihimpun  di lapangan, beberapa warga Desa Teluk Kulbi mengatakan, tidak tau keberadaan sapi bantuan tersebut,” terang warga setempat saat di temui berapa waktu lalu.

Salah seorang warga Teluk Kulbi yang merupakan penggembala sapi pertama mengakui jika ia mengurus sapi bantuan tersebut selama tujuh bulan, namun setelah tujuh bulan mengurus sapi tersebut, sapi tersebut ia kembalikan ke Kades Teluk Kulbi.

“Karena tidak jelas hitungannya, maka sapi saya kembalikan ke Kades. Selain itu saat saya mengurus sapi itu, saya juga tidak dapat apa-apa,” bebernya.

Ia menyebutkan, jika saat ini tidak tahu menahu tentang keberadaan sapi tersebut. Namun menurut kabar, katanya sapi itu berada salah satu rumah warga di Desa Pinang Merah yang bernama Pur.

“Sapi bantuan berjumlah 12 ekor, selama saya yang urus ada dua ekor yang mati,” ujarnya.

Sementara, Sekdes Teluk Kulbi saat dikonfirmasikan mengenai keberadaan sapi bantuan tersebut mengakui jik sapi tersebut memang ada di Pinang Merah dan saat ini masih dipelihara oleh warga.

“Kami menerima sapi bantuan sebanyak 12 ekor, tapi 4 ekor mati,” imbuhnya.

Disigung mengenai pemindahan tempat lokasi sapi bantuan tersebut, ia mengatakan karena sapi tersebut ada yang mati.

“Iya mas, memang sapi itu untuk Teluk Kulbi, tapi waktu dipelihara warga sini sapinya ada yang mati dan di serahkan ke desa lagi. Saat itu kita cari pengganti pawangnya dan akhirnya oleh Bumdes di serahkan ke orang sana,” terang Sekdes.

Sekdes mengakui tidak tahu menahu tentang pengelolaan serta teknis bentuan sapi tersebut. “Tidak tau juga, karena Bumdes yang mengelola serta yang cari orang memelihara sapi ini adalah mantan pengurus  bumdes langsung,” kilahnya.

“Saya hanya mengikuti petunjuk atasan, saya sendiri tidak pernah ikut hadir pada saat ada acara – acara yang berkaitan dengan bantuan sapi itu,” tambahnya.

Sapi itu, lanjutnya, dikelola oleh pihak Bumdes ketika sejak awal sapi itu diberikan. “Yang berkompeten lagi terkait hal ini, ya matan kepala desa pak widodo, waktu itu Kades kami masih pak Widodo,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan jika tidak tahu keberadaan mantan bumdes “Infomasinya, saya dapat kabar dia sedang merantau kerja di Jambi,” kata dia.

Sedangkan untuk pengurus Bumdes yang sekarang, menurutnya adalah pengurus Bumdes yang baru.

“Mereka (Pengurus Bumdes baru, red) belum tau menahu mengenai masalah ini, kepengurusannya aja baru setengah bulan,”ucapnya.

Terpisah Purnomo, penggembala sapi bantuan dari warga Pinang Merah mengakui, ketika dia menerima sapi bantuan tersebut dari Teluk Kulbi sebanyak tujuh ekor.

“Saya menerima sapi tersebut karena orang Pinang Merah tidak sanggup mengurusnya dan banyak yang mati. Serah terima sapi tersebut juga ada surat pernyataan dari pihak desa,” tuturnya

Dia mengatakan, selama satu tahun merawat sapi tersebut, saat ini sudah tiga sapi yang sudah hamil.

“Alhamdulillah selama dengan saya, sapi tersebut sudah ada perkembangan.”ujarnya.

Terpisah, matan Kades Teluk Kulbi Widodo tidak merespon ketika di konfirmasi hingga berita ini diterbitkan.

Sementara Kades teluk Kulbi yang baru saat dikonfirmasikan terkait bantuan Sapi ini mengaku tidak tahun menahu.karena sampai sejauh ini belum ada serah terima.”pungkasnya.

Dikesempatan yang lain, agar tidak menjadi polemik di masyarakat, Sekretaris KNPI Tanjab Barat Lukmanurohim meminta aparat hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan 12 ekor sapi tersebut.

“Kami minta agar hal ini dibawa keranah hukum,biar jelas dan terang menerang biar tak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.(Jr1)

Tags: Program Badan Restorasi Gambut
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terkait PBM Tatap Muka, Sekda Asraf Minta Tim Pakar Lebih Jeli dan Minta Masukan Pemkab Kerinci

Next Post

Nelayan Udang Ketak Terancam Gantung Jaring

Related Posts

Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa Yang Berdiri di Baliknya?
Opini

Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa Yang Berdiri di Baliknya?

Agustus 24, 2026
Dian Burlian, S.H., M.A: Oknum Biduan RS Lakukan Kesalahan Fatal, Harus Diproses Hukum
Hukum

Dian Burlian, S.H., M.A: Oknum Biduan RS Lakukan Kesalahan Fatal, Harus Diproses Hukum

Agustus 21, 2026
Merdeka: Ketika Kebebasan Masih Menjadi Pertanyaan
Opini

Merdeka: Ketika Kebebasan Masih Menjadi Pertanyaan

Agustus 17, 2026
DPC PERMAHI Jambi Ajak Masyarakat Menjernihkan Ruang Publik dari Polusi Disinformasi
Opini

DPC PERMAHI Jambi Ajak Masyarakat Menjernihkan Ruang Publik dari Polusi Disinformasi

Agustus 5, 2026
Lebih dari 30 Hari, Demokrasi Mahasiswa UNJA Menanti Kepastian
Opini

Lebih dari 30 Hari, Demokrasi Mahasiswa UNJA Menanti Kepastian

Agustus 5, 2026
Ketika Semangat Hidup Mati Perlahan
Opini

Ketika Semangat Hidup Mati Perlahan

Mei 21, 2026
Next Post
Nelayan Udang Ketak Terancam Gantung Jaring

Nelayan Udang Ketak Terancam Gantung Jaring

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Semarak HUT ke-81 RI: Pawai Budaya dan Pembangunan di Tanjab Barat Berlangsung Meriah!

    Semarak HUT ke-81 RI: Pawai Budaya dan Pembangunan di Tanjab Barat Berlangsung Meriah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadir di Tengah Masyarakat, PDAM Tirta Pengabuan Berikan Bantuan Air Bersih Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, Menbud Fadli Zon Usulkan Tutup Saja Stockpilenya !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerinci, Wajah Wisata Budaya Jambi dari Tanah Hulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pawai Budaya Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat Berlangsung Meriah dan Penuh Warna!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jendela Informasi Jambi

Follow Us

Browse by Category

  • Bangko
  • Batanghari
  • Bencana
  • Berita
  • Berita biasa
  • Bungo
  • Daerah
  • DPRD
  • DPRD Sungai Penuh
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Jambi
  • Jarijambi
  • Kejadian
  • Kepolisian Indonesia
  • Kerinci
  • Kerinci – Sungai Penuh
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kota Jambi
  • Kriminal
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Provinsi jambi
  • Sarolangun
  • Sungai Penuh
  • Tanjab Barat
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tanjung Jabung Timur
  • Tebo
  • Terkini
  • Uncategorized

Recent News

Proyek Peningkatan Jalan Aspal di Desa Teluk Ketapang Disorot, Baru Lima Bulan Sudah Mengalami Keretakan

Proyek Peningkatan Jalan Aspal di Desa Teluk Ketapang Disorot, Baru Lima Bulan Sudah Mengalami Keretakan

Agustus 24, 2026
Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa Yang Berdiri di Baliknya?

Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa Yang Berdiri di Baliknya?

Agustus 24, 2026
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman media saber
  • Partner

© 2021 jarijambi - depeloved by Ayoweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional

© 2021 jarijambi - depeloved by Ayoweb.