Derry Anandia, ‘Otak’Penggerak Pejuang Lawan Zona Merah Jambi
Oleh: Suhatman Pisang
JARIJAMBI.COM — Perlawanan atas kezoliman pemblokiran sertifikat hak milik atas tanah di Jambi, melalui Forum Warga Tolak Zona Merah terus menggeliat.
Otak dibalik aksi itu ada sosok tambun, bersuara lantang walau kadang agak ‘gagap’. Dia adalah Derry Anandia. Suami Nuradila Mulyadi M.Raf ini adalah koordinator lapangan sekaligus Juru Bicara warga Forum Tolak Zona Merah eks Pertamina Jambi. Sebagai Juru Bicara Warga, Derry selalu tampil vokal dalam setiap aksinya untuk membangkitkan semangat warga dengan suara lantang dan tegas, “Ketika hak hak kami di zolimi, maka tidak ada kata selain lawan” itu kata pamungkasnya ketika hendak memulai aksi nya
Derry Anandia, merupakan sosok aktifis kampus jambi yang aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan terutama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), tempat beliau mengasah dunia aktifis dan intelektual diri serta di padukan dengan aktif di organisasi kepemudaan yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) jambi, berkat modal proses di dunia aktivis mahasiswa, Derry berlanjut ke akivis Jambi yang memperjuangan hak Rakyat, di Forum Tolak Zona Merah, perlawanan adalah darah daging baginya, segala bentuk penindasan adalah lawan nya, sosok aktivis yang merupakan masinis dari gerbang perjuangan Forum Warga Tolak Zona Merah. Sutradara dari semua bentuk perlawanan, hingga aksi massa yang kini terus berjalan hingga 9 kali.
“Perjuangan ini tak akan berhenti, sampai hak rakyat Jambi atas tanah dan sertifikat hak milik nya kembali seperti semula,” Kata nya berapi api.
Bagi ayah sepasang anak ini, tak ada kompromi selain hasil nyata sesuai tuntutan Forum Warga Tolak Zona Merah di penuhi, yaitu bebaskan 5.500 sertifikat hak milik atas tanah warga bebas dari blokir. Bukan mudah menjadi otak dan masinis gerbong perlawanan perjuangan rakyat ini.
“Saya berkali kali diintimidasi agar tidak lagi menjadi otak perjuangan ini , namun komitmen dalam diri yang kuat, tidak mudah kompromi dengan nasib rakyat,” Ujar Derry Anandia.
“Kami melakukan segala cara, menampung siapapun yang bergabung, tapi lokomotif perjuangan ini akan tetap saya yang mengendalikan,” Ujar Derry.
Derry tidak main main dalam menggeret perjuangan lebih dari 20 ribu warga jambi yang terdampak pada 7 Kelurahan dan dua Kecamatan dalam kota Jambi. Ia juga mengerahkan adik adik junior aktifis kampus dalam membangkitkan semangat perlawanan warga .
“Masyarakat dan mahasiswa satu visi.. lawan” Ujar Derry Anandia.









