JARIJAMBI.COM, TAMBAKRATU – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tambak Ratu memasuki babak baru. Tarmizi, S.E., mantan aktivis yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat, resmi ikut dalam kontestasi perebutan kursi kepala desa.
Tarmizi membawa sejumlah gagasan perubahan, terutama soal tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Latar belakangnya sebagai aktivis disebut menjadi modal dalam memahami persoalan masyarakat sekaligus mendorong perubahan dalam pengelolaan pemerintahan desa.
“Yang ingin kami bangun adalah pemerintahan desa yang terbuka, bersih dan melibatkan masyarakat. Desa bukan milik kepala desa, tetapi milik seluruh masyarakat,” ujar Tarmizi.
Salah satu agenda yang menjadi sorotannya adalah transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Jika terpilih, ia berkomitmen membuka informasi penggunaan anggaran kepada masyarakat melalui papan informasi, media digital hingga forum warga.
Menurutnya, masyarakat harus mengetahui ke mana setiap rupiah anggaran desa dialokasikan.
“Anggaran desa harus bisa dilihat dan dipahami masyarakat. Transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk pertanggungjawaban pemerintah desa kepada warga,” katanya.
Selain transparansi anggaran, Tarmizi juga menawarkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan hingga pengawasan pembangunan desa.
Pemuda, tokoh agama, kelompok perempuan serta berbagai elemen masyarakat dinilai harus memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan ikut menentukan arah pembangunan.
Ia juga mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal serta peningkatan kualitas pelayanan publik agar lebih cepat, responsif dan tidak tebang pilih.
Di tengah kontestasi Pilkades, Tarmizi juga menyerukan agar perbedaan pilihan politik tidak berubah menjadi perpecahan antarwarga.
Ia meminta para pendukung dan masyarakat tetap menjaga suasana kondusif selama seluruh tahapan Pilkades.
“Pilkades adalah ajang adu gagasan untuk kebaikan bersama, bukan wadah untuk saling memecah belah. Kita ingin memperlihatkan bahwa Desa Tambak Ratu bisa menjadi contoh demokrasi desa yang matang, damai dan bermartabat,” ujarnya.
Tarmizi berharap kontestasi Pilkades tidak hanya melahirkan pemimpin baru. “Tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa berdasarkan gagasan dan program,” pungkasnya. (*)









