• Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman media saber
  • Partner
Jendela Informasi Jambi
Kamis, Mei 21, 2026
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional
No Result
View All Result
Jendela Informasi Jambi
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Opini

Ketika Semangat Hidup Mati Perlahan

Mei 21, 2026
in Opini
0
Ketika Semangat Hidup Mati Perlahan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Ketika Semangat Hidup Mati Perlahan

Oleh: Muhammad Arjuna Pase

JARIJAMBI.COM — Ada fase paling sunyi dalam hidup manusia yakni ketika tubuh masih berjalan, tetapi jiwanya sudah lelah bertarung. Tidak semua luka terlihat. Tidak semua orang yang tersenyum benar-benar bahagia. Dan tidak semua orang yang diam berarti baik-baik saja.

Saya, Muhammad Arjuna Pase, pernah berada di titik itu masa ketika semangat hidup terasa hilang sedikit demi sedikit. Bukan karena tidak punya mimpi, tetapi karena terlalu banyak kenyataan yang memaksa hati belajar keras tentang kecewa. Dunia hari ini terlalu berisik memaksa manusia menjadi sempurna. Semua orang berlomba terlihat berhasil, kuat, kaya, dan bahagia. Media sosial menjadikan pencapaian sebagai perlombaan, sementara banyak orang diam-diam sedang berada dan berperang dengan dirinya sendiri.

Ironisnya, manusia sekarang lebih takut terlihat gagal dibanding kehilangan dirinya sendiri.

Kita hidup di zaman ketika orang mudah memberi motivasi, tetapi jarang mau memahami. Semua menyuruh bertahan, akan tetapi sedikit yang bertanya, “Seberapa lelah dirimu?” Padahal kehilangan semangat bukan tentang lemahnya seseorang. Terkadang itu lahir dari terlalu lama memendam kecewa, terlalu sering diremehkan, dan terlalu banyak memikul beban sendirian.

Saya belajar satu hal, hidup tidak selalu adil kepada orang baik. Ada orang yang tulus tetapi dikhianati. Ada orang yang berjuang tetapi dilupakan. Bahkan ada orang yang diam-diam hancur hanya untuk terlihat kuat di depan banyak orang.

Namun justru di titik paling gelap itulah manusia diuji, apakah dia memilih menyerah, atau tetap berjalan meski tertatih.

Dalam Filosofi Teras, Henry Manampiring menulis tentang bagaimana manusia tidak bisa mengendalikan semua hal dalam hidupnya. Kita tidak bisa mengatur bagaimana dunia memperlakukan kita, tetapi kita bisa menentukan bagaimana cara kita bangkit setelah dihancurkan keadaan.

Saya percaya, kehilangan arah bukan akhir dari perjalanan. Kadang Tuhan menghancurkan semangat kita terlebih dahulu agar kita belajar membangun diri dengan cara yang lebih kuat. Sebab manusia yang pernah jatuh hingga titik terendah biasanya akan memahami arti hidup lebih dalam dibanding mereka yang selalu berada di atas.

Ada kutipan dari Atomic Habits karya James Clear yang begitu menampar berbunyi, “ besar berasal dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.”

Artinya, bangkit tidak harus langsung hebat. Kadang cukup dengan bertahan satu hari lagi. Cukup dengan tidak menyerah hari ini. Karena orang-orang besar tidak lahir dari hidup yang mudah, tetapi dari luka yang berhasil mereka taklukkan.

Hari ini saya memahami bahwa semangat hidup tidak selalu datang dari kemenangan. Kadang dia lahir dari rasa sakit yang berhasil dilewati. Dan mungkin benar, manusia paling kuat bukanlah mereka yang tidak pernah hancur, melainkan mereka yang tetap memilih hidup meski berkali-kali dipatahkan keadaan.

Untuk siapa pun yang sedang kehilangan semangat: jangan buru-buru menyerah hanya karena hidup belum berpihak. Tidak semua proses indah berjalan cepat. Dan tidak semua perjuangan langsung dihargai manusia.

Sebab pada akhirnya, dunia hanya melihat hasil. Tetapi Tuhan melihat seluruh perjuangan yang tidak pernah diceritakan. (*)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Wagub Sani Lepas 442 JCH Kloter BTH 22 Provinsi Jambi, Doakan Keselamatan dan Keberkahan Bagi Keluarga dan Daerah

Next Post

Dosen FH Unbari: Penunjukan Pj Rektor dari Yayasan yang Berkonflik Bukan Solusi

Related Posts

Kerakusan Manusia atau Peringatan Tuhan: Banjir Jambi, Krisis Demokrasi, dan Hilangnya Kesadaran Spiritual
Opini

Kerakusan Manusia atau Peringatan Tuhan: Banjir Jambi, Krisis Demokrasi, dan Hilangnya Kesadaran Spiritual

Mei 14, 2026
Jambi Tanpa Pelabuhan Utama: Daerah Kaya yang Terisolasi oleh Kebijakan Kepemimpinan Yang Gagal
Opini

Jambi Tanpa Pelabuhan Utama: Daerah Kaya yang Terisolasi oleh Kebijakan Kepemimpinan Yang Gagal

April 23, 2026
Gubernur Jambi dan Dilema Fiskal: Saat UU HKPD Diabaikan, Rakyat Dikorbankan
Opini

Gubernur Jambi dan Dilema Fiskal: Saat UU HKPD Diabaikan, Rakyat Dikorbankan

April 1, 2026
MILAD HMI: Merawat Kegelisahan, Menjaga Keberpihakan
Opini

MILAD HMI: Merawat Kegelisahan, Menjaga Keberpihakan

Februari 5, 2026
Ketua PERMAHI Jambi Serukan Jambi Darurat PETI!
Opini

Ketua PERMAHI Jambi Serukan Jambi Darurat PETI!

Januari 21, 2026
Pilkada oleh DPRD: Alarm Bagi Demokrasi dan Hilangnya Politik Gagasan
Opini

Pilkada oleh DPRD: Alarm Bagi Demokrasi dan Hilangnya Politik Gagasan

Januari 7, 2026
Next Post
Dosen FH Unbari: Penunjukan Pj Rektor dari Yayasan yang Berkonflik Bukan Solusi

Dosen FH Unbari: Penunjukan Pj Rektor dari Yayasan yang Berkonflik Bukan Solusi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI dan Wanita Tani Jambi, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan

    Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI dan Wanita Tani Jambi, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantapkan Mesin Partai, DPC PDI Perjuangan Tanjab Barat Gelar Musyawarah Anak Cabang 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Katamso Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah dan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadestone Energy Hadir untuk Masyarakat, Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Teluk Nilau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jendela Informasi Jambi

Follow Us

Browse by Category

  • Bangko
  • Batanghari
  • Bencana
  • Berita
  • Berita biasa
  • Bungo
  • Daerah
  • DPRD
  • DPRD Sungai Penuh
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Jambi
  • Jarijambi
  • Kejadian
  • Kepolisian Indonesia
  • Kerinci
  • Kerinci – Sungai Penuh
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kota Jambi
  • Kriminal
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Provinsi jambi
  • Sarolangun
  • Sungai Penuh
  • Tanjab Barat
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tanjung Jabung Timur
  • Tebo
  • Terkini
  • Uncategorized

Recent News

Dosen FH Unbari: Penunjukan Pj Rektor dari Yayasan yang Berkonflik Bukan Solusi

Dosen FH Unbari: Penunjukan Pj Rektor dari Yayasan yang Berkonflik Bukan Solusi

Mei 21, 2026
Ketika Semangat Hidup Mati Perlahan

Ketika Semangat Hidup Mati Perlahan

Mei 21, 2026
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman media saber
  • Partner

© 2021 jarijambi - depeloved by Ayoweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional

© 2021 jarijambi - depeloved by Ayoweb.