JARIJAMBI.COM, JAMBI — Air mata seluruh kader Himpunan Mahasiswa Islam tumpah hari ini, membasahi bumi tempat kader HMI UIN STS Jambi berdiri dan berduka. Di penghujung PBAK, bendera kebanggaan kita sebagai kader Himpunan, simbol warisan abadi perjuangan dan pemikiran para pendahulu, diinjak-injak dengan keji oleh oknum yang mengatasnamakan diri sebagai “pembela PMII”. Pengkhianatan ini merobek jantung kami hingga berkeping-keping, menghancurkan rasa persaudaraan dan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi darah daging kami.
Di tengah luka yang menganga dan perih, kekerasan premanisme kembali merajalela di kampus tercinta. Salah satu kader terbaik HMI Korkom UIN STS Jambi menjadi korban pengeroyokan brutal di dalam kampus, menambah daftar panjang intimidasi dan teror yang membuat darah kami mendidih dan hati kami teriris.
Sebagai Ketua Umum Kohati Korkom UIN STS Jambi, sangat disesalkan tindakan yang tidak beradab ini! Dengan hati yang terluka, HMI dan Kohati Korkom UIN STS Jambi tetap menuntut keadilan ditegakkan seadil-adilnya. Para pelaku penodaan bendera dan pelaku kekerasan premanisme harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Jangan biarkan mereka semena-mena merusak citra sakral ini!
HMI Korkom UIN STS Jambi akan terus berikhtiar dengan sekuat tenaga untuk melawan segala bentuk ketidakadilan, kekerasan, dan kebencian, dan terus berjuang sebagai bentuk implementasi simbol perjuangan kita.
Salam Perjuangan!
Bahagia HMI, Jayalah Kohati!
Hidup Mahasiswa, Hidup Perempuan Indonesia!
Yakin Usaha Sampai!
(*)