JARIJAMBI.COM, JAMBI – Di tengah konflik kelembagaan yang masih mewarnai perjalanan Universitas Batanghari (Unbari), Yayasan Pendidikan Jambi (YPJ) Bersatu menunjukkan komitmen menjaga keberlangsungan perguruan tinggi tersebut. Momentum Dies Natalis ke-41 menjadi pengingat kembali fondasi awal berdirinya Unbari.
Pengurus YPJ Bersatu bersama rombongan melakukan ziarah ke makam Abdurrahman Syoeti, salah satu tokoh pendiri Unbari.
Di pusara sang pendiri, rombongan memberikan penghormatan sekaligus mengenang jasa tokoh yang turut memperjuangkan lahirnya institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jambi.
Ziarah tersebut bukan sekadar rangkaian peringatan hari jadi, melainkan upaya merawat sejarah panjang tentang gagasan dan perjuangan para pendiri yang meletakkan dasar Unbari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kediaman Yusuf Majid, salah satu pendiri Unbari yang masih hidup. Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyambungkan kembali generasi penerus dengan pelaku sejarah pendirian kampus.
Dalam kesempatan itu, Pj Rektor Unbari YPJ Bersatu, Kasiono, menyampaikan selamat Dies Natalis ke-41 Universitas Batanghari.
“Empat puluh satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ada sejarah, perjuangan, pengabdian, pemikiran, dan kontribusi banyak pihak yang telah mengantarkan Unbari hingga berada pada titik ini,” katanya.
Ia menegaskan, momentum Dies Natalis ke-41 hendaknya menjadi pengingat bahwa Unbari adalah rumah bersama. Rumah yang dibangun dengan kebersamaan, dibesarkan melalui pengabdian, dan harus dijaga dengan rasa cinta serta tanggung jawab bersama.
“Mari kita satukan hati, rapatkan barisan, hilangkan perbedaan, dan perkuat semangat kekeluargaan. Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan, tidak ada kejayaan tanpa persatuan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh civitas untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di kampus Unbari.
“Dengan semangat Togetherness, mari kita tingkatkan mutu pendidikan, menjaga marwah almamater, dan mewujudkan Unbari sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan bermartabat,” jelasnya.
“Satu Unbari, satu keluarga, satu semangat tujuan. Bersama Unbari, membangun masa depan Jambi yang lebih baik. Salam hangat dan hormat untuk seluruh keluarga besar Universitas Batanghari,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Jambi (YPJ) Bersatu, Prof. Dr. Abdul Bari Azed, S.H., M.H., mengatakan, peringatan Dies Natalis tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia universitas, tetapi juga kesempatan untuk mengenang jasa para pendahulu.
“Kita harus mengingat kembali sejarah dan perjuangan para tokoh yang telah merintis pendidikan tinggi di Jambi. Apa yang kita nikmati hari ini tidak terlepas dari gagasan dan kerja keras mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendirian pendidikan tinggi di Jambi berangkat dari gagasan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat agar dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus pergi ke luar daerah, termasuk ke Pulau Jawa.
Salah satu tokoh yang turut berperan dalam perjuangan tersebut adalah H. Muhammad Yusuf Majid, pendiri Yayasan Pendidikan Jambi. Pada masa perintisan, pembangunan kampus juga dilakukan dengan fasilitas terbatas, termasuk memanfaatkan gedung bekas Sekolah Guru Atas (SGA).
Menurut Abdul Bari, semangat para pendahulu harus menjadi pelajaran bagi generasi penerus untuk menjaga keberlangsungan dan kemajuan Unbari.
“Sejarah ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga marwah universitas, mempererat kebersamaan, dan meneruskan perjuangan para pendahulu dalam memajukan pendidikan tinggi di Jambi,” katanya.
Kegiatan ziarah ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa dalam merintis pendidikan di daerah tersebut. (*)









