• Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman media saber
  • Partner
Jendela Informasi Jambi
Rabu, Oktober 28, 2026
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional
No Result
View All Result
Jendela Informasi Jambi
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Terkini

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Oktober 28, 2026
in Terkini
0
DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Oleh: Abel Gaesca Sandya (Presiden Mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifudin Jambi)

JARIJAMBI.COM — Momentum Hari Sumpah Pemuda seharusnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang sejarah perjuangan para pemuda, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi hari ini untuk mengevaluasi sejauh mana semangat perjuangan itu benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. Persatuan, keberanian, dan tanggung jawab sosial tidak cukup diucapkan dalam pidato atau ditampilkan melalui kegiatan seremonial. Semua itu perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan.

Dalam konteks tersebut, peluncuran DEMA CARE oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan organisasi mahasiswa dengan persoalan yang dihadapi mahasiswa dan masyarakat Provinsi Jambi. Melalui formulir digital yang disiapkan sebagai saluran pengaduan, konsultasi, dan advokasi, DEMA CARE diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Namun, di balik hadirnya inovasi tersebut, ada pertanyaan mendasar yang perlu dijawab: apakah kemudahan menyampaikan pengaduan akan benar-benar berujung pada penyelesaian persoalan?

Pertanyaan ini penting karena persoalan organisasi mahasiswa hari ini bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang diluncurkan, seberapa menarik publikasi yang dibuat, atau seberapa sering kegiatan dilaksanakan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa setiap program memiliki arah, mekanisme kerja, dan dampak yang dapat dipertanggungjawabkan.

Advokasi Bukan Sekadar Membuka Ruang Pengaduan

Dalam praktiknya, advokasi sering kali dipahami sebatas menyampaikan kritik, membuat pernyataan sikap, atau melakukan aksi ketika sebuah persoalan menjadi perhatian publik. Padahal, advokasi memiliki proses yang jauh lebih panjang daripada itu.

Advokasi dimulai dari kesediaan mendengarkan persoalan, mengumpulkan informasi, memeriksa fakta, mengidentifikasi akar masalah, hingga menentukan langkah yang tepat untuk memperjuangkan penyelesaian. Dalam situasi tertentu, advokasi membutuhkan kajian regulasi, koordinasi dengan pihak terkait, pendampingan, bahkan keberanian mengoreksi kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

Presiden Mahasiswa DEMA UIN STS Jambi, Abel Gaesca Sandya, memandang bahwa organisasi mahasiswa harus mampu melampaui aktivitas seremonial dan membuktikan keberadaannya melalui kerja yang dapat dirasakan manfaatnya.

“Bagi kami, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni dan narasi persatuan. Semangat itu harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. DEMA harus mampu menjadi ruang yang mendengarkan, mendampingi, dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa maupun masyarakat sesuai dengan kapasitasnya,” demikian rumusan pernyataan yang dapat disampaikan Abel.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa tidak seharusnya hanya diukur dari aktivitas yang terlihat di ruang publik. Lebih dari itu, organisasi perlu membangun hubungan yang nyata dengan mereka yang membutuhkan perhatian.

“DEMA CARE kami hadirkan sebagai salah satu ikhtiar untuk mendekatkan organisasi dengan persoalan nyata. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat mengetahui bahwa ada ruang untuk menyampaikan pengaduan, meminta konsultasi, dan mencari jalan penyelesaian. Bagi kami, organisasi mahasiswa harus berani membuka diri terhadap persoalan publik dan bertanggung jawab dalam menindaklanjuti aspirasi yang masuk,” demikian rumusan lanjutan pernyataan Abel.

Tentu saja, komitmen tersebut harus dibuktikan melalui mekanisme pelayanan yang jelas. Sebab, keberanian membuka ruang pengaduan harus berjalan beriringan dengan kesanggupan mengelola dan menindaklanjuti laporan secara bertanggung jawab.

Mempermudah Akses, Membangun Kepercayaan

Salah satu tantangan dalam pelayanan advokasi adalah memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang mudah untuk menyampaikan persoalan. Tidak semua orang memahami prosedur organisasi, mengetahui siapa yang harus dihubungi, atau memiliki kesempatan untuk datang langsung menyampaikan pengaduan.

Di sinilah pemanfaatan teknologi melalui formulir digital DEMA CARE menjadi relevan. Layanan ini diharapkan mampu menyederhanakan proses penyampaian aspirasi sekaligus membantu organisasi memahami persoalan yang masuk secara lebih terstruktur.

Sekretaris Jenderal DEMA UIN STS Jambi, Annisa Ismelya, berperan dalam penyusunan formulir digital tersebut sebagai sarana untuk mempermudah penyampaian pengaduan, konsultasi, dan permohonan advokasi.

“Melalui DEMA CARE, kami ingin menghadirkan mekanisme pengaduan yang lebih sederhana, mudah diakses, dan terstruktur. Mahasiswa maupun masyarakat diharapkan dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi tanpa harus terlebih dahulu memahami prosedur organisasi yang rumit,” demikian rumusan pernyataan yang dapat disampaikan Annisa.

Kemudahan akses ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara organisasi mahasiswa dan masyarakat. Formulir digital juga dapat membantu pengelompokan laporan sehingga setiap persoalan dapat dipelajari berdasarkan karakteristik dan kebutuhan penanganannya.

Namun, kemudahan mengisi formulir tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Setelah laporan diterima, harus ada proses pemeriksaan informasi, komunikasi dengan pelapor, serta penentuan langkah tindak lanjut yang sesuai.

Annisa juga dapat menegaskan pentingnya kesinambungan pelayanan melalui pernyataan berikut.

“Bagi kami, formulir digital bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana informasi yang disampaikan dapat dikelola dengan baik, dipelajari secara cermat, dan diteruskan kepada pihak yang tepat sesuai dengan kebutuhan penanganannya. Kami berharap DEMA CARE menjadi ruang yang memberikan kemudahan sekaligus membangun kepercayaan.”

Kepercayaan tersebut perlu dijaga melalui perlindungan data pribadi, pembatasan akses terhadap informasi sensitif, dan komunikasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan laporan.

Advokasi Harus Berangkat dari Data dan Keberpihakan terhadap Keadilan

Sebagai Menteri Advokasi dan Kajian Isu Strategis DEMA UIN STS Jambi, saya memandang bahwa kehadiran DEMA CARE harus menjadi bagian dari upaya membangun advokasi yang lebih sistematis. Kita tidak boleh berhenti pada penerimaan laporan, kemudian terburu-buru mengeluarkan kritik atau pernyataan kepada publik tanpa memahami persoalan secara utuh.

Setiap pengaduan membutuhkan pendekatan yang sesuai. Persoalan administratif, keluhan pelayanan, masalah kemahasiswaan, dan persoalan sosial masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan dengan satu pola yang sama.

“Advokasi bukan sekadar menerima pengaduan, kemudian menyampaikan kritik atau pernyataan kepada publik. Advokasi harus dimulai dari keberanian mendengarkan, ketelitian memeriksa informasi, dan keseriusan mencari penyelesaian. Setiap persoalan membutuhkan pendekatan yang tepat, berbasis data, serta berpihak pada prinsip keadilan,” demikian pernyataan yang dapat saya sampaikan mengenai arah kerja DEMA CARE.

Menurut saya, data pengaduan harus diperlakukan sebagai bahan untuk memahami realitas, bukan sekadar angka untuk menunjukkan bahwa sebuah program berjalan. Setiap informasi yang masuk perlu diperiksa secara proporsional agar organisasi tidak terjebak pada kesimpulan yang terburu-buru atau justru memperbesar persoalan tanpa dasar yang memadai.

“Bagi saya, keberhasilan advokasi bukan diukur dari seberapa keras kita berbicara, melainkan dari seberapa tepat kita memahami masalah dan seberapa serius kita memperjuangkan penyelesaiannya. Kritik tetap penting, tetapi kritik harus memiliki dasar. Keberpihakan kepada masyarakat juga harus disertai tanggung jawab untuk menjaga objektivitas dan memperjuangkan keadilan,” demikian rumusan pernyataan lanjutan yang dapat digunakan.

Melalui DEMA CARE, laporan yang masuk diharapkan dapat menjadi pintu awal untuk mengidentifikasi persoalan, menyusun kajian, membangun koordinasi, dan memberikan pendampingan sesuai dengan kapasitas organisasi. Apabila suatu persoalan berada di luar kewenangan DEMA, langkah yang lebih bertanggung jawab adalah memberikan informasi dan mengarahkan pelapor kepada lembaga yang berwenang.

Dengan demikian, advokasi tidak berhenti sebagai respons sesaat, tetapi berkembang menjadi proses yang berkelanjutan dan memiliki arah penyelesaian.

Mengukur Keberhasilan dari Tindak Lanjut

Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa DEMA CARE memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Jumlah laporan yang masuk memang dapat menjadi salah satu indikator, tetapi tidak cukup untuk menggambarkan kualitas pelayanan.

Organisasi perlu melihat apakah laporan telah diverifikasi, apakah pelapor memperoleh respons, apakah persoalan dapat difasilitasi penyelesaiannya, serta apakah terdapat rekomendasi atau rujukan yang sesuai bagi kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Evaluasi berkala juga diperlukan untuk mengetahui persoalan apa yang paling sering disampaikan, hambatan apa yang dihadapi pelapor, dan langkah apa yang dapat dilakukan DEMA untuk memperkuat fungsi advokasinya.

Data yang terkumpul dapat menjadi bahan kajian isu strategis. Dari laporan-laporan tersebut, DEMA berpeluang mengidentifikasi pola persoalan, memahami kebutuhan mahasiswa dan masyarakat, serta merumuskan rekomendasi yang lebih terarah. Seluruh proses itu harus tetap memperhatikan validitas informasi dan perlindungan identitas pelapor.

Di sinilah tiga fungsi penting organisasi mahasiswa dapat saling terhubung: pelayanan, advokasi, dan kajian strategis. Pengaduan menjadi sumber informasi, informasi menjadi bahan analisis, dan analisis menjadi dasar untuk menentukan langkah perjuangan.

Sumpah Pemuda Harus Diterjemahkan Menjadi Keberpihakan

Hari Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa perubahan besar tidak lahir hanya dari kesamaan identitas, melainkan juga dari kesediaan mengambil tanggung jawab bersama.

Semangat pemuda hari ini harus mampu menjawab tantangan zamannya. Jika dahulu para pemuda berjuang membangun persatuan di tengah perbedaan, maka generasi sekarang perlu meneruskan semangat tersebut dengan menghadirkan kepedulian, memperluas akses terhadap keadilan, dan membangun keberanian untuk menghadapi persoalan di sekitarnya.

Peluncuran DEMA CARE merupakan salah satu upaya menuju ke arah itu. Namun, apresiasi terhadap sebuah inovasi tidak berarti kita harus berhenti memberikan evaluasi. Justru karena program ini membawa nama pelayanan dan advokasi, keberlanjutannya harus dijaga melalui standar kerja yang jelas dan komitmen yang konsisten.

DEMA UIN STS Jambi perlu memastikan bahwa layanan ini tidak hanya aktif pada awal peluncuran, tetapi tetap berjalan ketika perhatian publik mulai berkurang. Organisasi juga harus siap menerima kritik, mengevaluasi kekurangan, dan memperbaiki mekanisme pelayanan berdasarkan kebutuhan nyata mahasiswa dan masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan DEMA CARE bukan terletak pada seberapa menarik namanya atau seberapa luas publikasinya, melainkan pada sejauh mana layanan tersebut mampu membuka akses, memberikan pendampingan yang tepat, dan membantu masyarakat menemukan jalan penyelesaian atas persoalan yang dihadapi.

Sebagai bagian dari fungsi advokasi dan kajian isu strategis, saya memandang bahwa keberanian menerima pengaduan harus berjalan beriringan dengan kesanggupan menindaklanjutinya. Kita tidak boleh membangun harapan yang berlebihan, tetapi juga tidak boleh menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk tidak berbuat apa-apa.

Momentum Sumpah Pemuda seharusnya menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, perjuangan justru dimulai dari kesediaan membuka ruang bagi seseorang untuk bercerita, mendengarkan persoalan yang selama ini diabaikan, dan memastikan bahwa setiap aspirasi memperoleh perhatian yang layak.

DEMA CARE harus menjadi lebih dari sekadar formulir digital. Ia harus menjadi komitmen untuk mendengar, keberanian untuk mengadvokasi, dan kesungguhan untuk menghadirkan kebermanfaatan.

Karena pada akhirnya, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya dikenal karena suaranya lantang. Ia juga harus dipercaya karena kerjanya nyata.

DEMA CARE — Dengar Aspirasi, Dampingi Persoalan, Hadirkan Kebermanfaatan.

ADVERTISEMENT
Previous Post

Empat Tergugat Absen, Sidang Gugatan Pengelolaan Unbari Kembali Ditunda

Next Post

Bupati UAS Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Teguhkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Related Posts

BPS Kota Jambi Survei Media Online, Mursyid Sonsang: Hidup Susah, Mati Tidak Mau… Dewan Pers Diam Seperti Macan Ompong
Terkini

BPS Kota Jambi Survei Media Online, Mursyid Sonsang: Hidup Susah, Mati Tidak Mau… Dewan Pers Diam Seperti Macan Ompong

Oktober 23, 2026
Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Permata Berlian Kuala Tungkal, Polisi Lakukan Penanganan
Terkini

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Permata Berlian Kuala Tungkal, Polisi Lakukan Penanganan

Oktober 14, 2026
Wo Haris Jangan Asal Ngango!
Terkini

Wo Haris Jangan Asal Ngango!

Oktober 10, 2026
Sebuah Rumah milik Kamarudin Warga RT 14 Sungai Saren Hancur Dihantam Puting Beliung, Tertimpa Pohon Sawit
Terkini

Sebuah Rumah milik Kamarudin Warga RT 14 Sungai Saren Hancur Dihantam Puting Beliung, Tertimpa Pohon Sawit

Oktober 3, 2026
Grand Opening Jati Coffee: Kedai Kopi Baru di Jambi yang Usung Konsep Nyaman untuk Semua Kalangan
Terkini

Grand Opening Jati Coffee: Kedai Kopi Baru di Jambi yang Usung Konsep Nyaman untuk Semua Kalangan

Oktober 2, 2026
Tarmizi Ajak Pilkades Tambak Ratu Berjalan Damai dan Penuh Kekeluargaan
Terkini

Tarmizi Ajak Pilkades Tambak Ratu Berjalan Damai dan Penuh Kekeluargaan

September 17, 2026
Next Post
Bupati UAS Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Teguhkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Bupati UAS Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Teguhkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jendela Informasi Jambi

Berita Populer

  • Empat Tergugat Absen, Sidang Gugatan Pengelolaan Unbari Kembali Ditunda

    Empat Tergugat Absen, Sidang Gugatan Pengelolaan Unbari Kembali Ditunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wo Haris Jangan Asal Ngango!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Browse by Category

  • Bangko
  • Batanghari
  • Bencana
  • Berita
  • Berita biasa
  • Bungo
  • Daerah
  • DPRD
  • DPRD Sungai Penuh
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Jambi
  • Jarijambi
  • Kejadian
  • Kepolisian Indonesia
  • Kerinci
  • Kerinci – Sungai Penuh
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kota Jambi
  • Kriminal
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Provinsi jambi
  • Sarolangun
  • Sungai Penuh
  • Tanjab Barat
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tanjung Jabung Timur
  • Tebo
  • Terkini
  • Uncategorized

Follow Us

Recent News

Bupati UAS Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Teguhkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Bupati UAS Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Teguhkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Oktober 28, 2026
DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Oktober 28, 2026
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman media saber
  • Partner

© 2021 jarijambi - depeloved by Ayoweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi jambi
    • Kota Jambi
    • Tanjung Jabung Barat
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Muaro Jambi
    • Bangko
    • Merangin
    • Sarolangun
    • Tebo
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bencana
  • Olahraga
  • Nasional

© 2021 jarijambi - depeloved by Ayoweb.