JARIJAMBI.COM, TANJAB BARAT — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran dengan menambah satu armada kapal di Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Kuala Tungkal, Minggu (29/03/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya mengurai kepadatan penumpang serta memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman. Penambahan armada juga merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang disampaikan langsung kepada Bupati saat melakukan peninjauan di pelabuhan beberapa waktu lalu.
Kapal bantuan yang dioperasikan adalah KM Tanjung Burang. Armada ini mulai melayani penumpang sejak 29 Maret hingga 1 April 2026. Informasi tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Plt Kadishub Agus Sumantri, S.HI., M.H menyampaikan, penyediaan kapal perbantuan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya pada momentum arus balik Lebaran yang setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan.
“Pada saat kunjungan di Pelabuhan Ro-Ro Kuala Tungkal, Bapak Bupati mendengar langsung keluhan masyarakat. Beliau kemudian segera berkoordinasi dengan ASDP Perwakilan Kuala Tungkal serta kami langsung menyurati pihak ASDP Batam, dan alhamdulillah permohonan tersebut disetujui,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya tambahan armada ini, arus balik dapat berjalan lebih lancar, tanpa penumpukan berlebih, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.
Sementara itu, Manager Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Batam, Fajar, membenarkan bahwa pihaknya telah menyetujui permohonan penambahan kapal yang diajukan oleh Pemkab Tanjung Jabung Barat.
“Iya benar, permohonan bantuan kapal telah disetujui. Mulai 29 Maret hingga 1 April, kapal beroperasi setiap hari. Kapal yang diperbantukan yakni KM Tanjung Burang,” jelasnya.
Selain penambahan armada, Pemkab Tanjab Barat juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kelancaran operasional serta keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
Di lapangan, petugas terlihat aktif mengatur arus kendaraan dan penumpang, serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan, baik di area pelabuhan maupun selama berada di atas kapal.
Dengan langkah antisipatif ini, arus balik Lebaran di Kuala Tungkal diharapkan berlangsung tertib, lancar, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat kembali ke daerah tujuan dengan aman. (*)









